<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Visi: Kemana kapal mau dilabuhkan</title>
	<atom:link href="http://strategiaksi.com/visi-kemana-kapal-mau-dilabuhkan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://strategiaksi.com/visi-kemana-kapal-mau-dilabuhkan?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=visi-kemana-kapal-mau-dilabuhkan</link>
	<description>Roup Purohim&#039;s personal site</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Dec 2011 02:04:30 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
	<item>
		<title>By: Erdjon</title>
		<link>http://strategiaksi.com/visi-kemana-kapal-mau-dilabuhkan#comment-25</link>
		<dc:creator>Erdjon</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2011 08:19:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://strategiaksi.com/?p=112#comment-25</guid>
		<description>Sore pak Roup,
terima kasih sharing artikelnya ya!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sore pak Roup,<br />
terima kasih sharing artikelnya ya!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Roup Purohim</title>
		<link>http://strategiaksi.com/visi-kemana-kapal-mau-dilabuhkan#comment-15</link>
		<dc:creator>Roup Purohim</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 May 2011 06:16:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://strategiaksi.com/?p=112#comment-15</guid>
		<description>Terimakasih bro ...
Nah ... itulah tantangannya kan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terimakasih bro &#8230;<br />
Nah &#8230; itulah tantangannya kan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: herparingan</title>
		<link>http://strategiaksi.com/visi-kemana-kapal-mau-dilabuhkan#comment-14</link>
		<dc:creator>herparingan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 May 2011 01:37:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://strategiaksi.com/?p=112#comment-14</guid>
		<description>Yup, oke, sangat jelas uraian sampeyan kawan Raup, ada satu pertanyaan tentang Anjing. Tapi anjing memang berbeda dengan kapal. Si anak kutu terlempar dari tubuh anjing dan langsung melihat betapa sekaratnya anjing yang selama ini menjadi kampung halamannya. Dan dia akan dengan mudah mencari anjing yang sehat. Karena memang anjing bisa kelihatan sehat atau sekaratnya dari mata si kutu saat si kutu terlempar keluar.  Namun kapal? Wow! Kapal hanya akan kelihatan sehat atau bobroknya saat kita ada di dalamnya dan kapalnya sedang berlayar. Dengan lain kata, kita baru bisa menilai saat kita sudah ada di dalamnya. Sulitnya, saat anak kutu terlempar dari tubuh anjing dan karena anjing juga binatang darat, maka dia gak akan kenapa-napa. Tapi bayangkan, bila kita terlempar dari kapal sementara kapal sedang berlayar, apa yang bisa kita lakukan? Berenang? Itu kalau kita bisa berenang.  Kembali ke kutu yang terlempar yang dengan mudah akan mencari anjing lain yang lebih sehat. Akan berbeda dengan kita yang terlempar dari kapal, jangankan untuk mencari kapal yang lebih baik, untuk bertahan hidup pun kita akan setengah mati. Atau, katakanlah kita memang keluar dari kapal dengan sekoci kita, untuk mencari kapal yang lebih baik pun tentunya akan susah. Seperti yang saya katakan sebelumnya, bisa jadi kapal yang kelihatannya jauh lebih megah dalemannya lebih buruk baik secara teknis maupun dari pengelolaan kapalnya. 
Kembali ke postingan sampeyan, nice posting but it will be more awesome for us if you keep the title in your message spirit. Ceritakanlah tentang kapal bukan judul kapal isinya kutu anjing.... :D
Lanjutkan bro...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yup, oke, sangat jelas uraian sampeyan kawan Raup, ada satu pertanyaan tentang Anjing. Tapi anjing memang berbeda dengan kapal. Si anak kutu terlempar dari tubuh anjing dan langsung melihat betapa sekaratnya anjing yang selama ini menjadi kampung halamannya. Dan dia akan dengan mudah mencari anjing yang sehat. Karena memang anjing bisa kelihatan sehat atau sekaratnya dari mata si kutu saat si kutu terlempar keluar.  Namun kapal? Wow! Kapal hanya akan kelihatan sehat atau bobroknya saat kita ada di dalamnya dan kapalnya sedang berlayar. Dengan lain kata, kita baru bisa menilai saat kita sudah ada di dalamnya. Sulitnya, saat anak kutu terlempar dari tubuh anjing dan karena anjing juga binatang darat, maka dia gak akan kenapa-napa. Tapi bayangkan, bila kita terlempar dari kapal sementara kapal sedang berlayar, apa yang bisa kita lakukan? Berenang? Itu kalau kita bisa berenang.  Kembali ke kutu yang terlempar yang dengan mudah akan mencari anjing lain yang lebih sehat. Akan berbeda dengan kita yang terlempar dari kapal, jangankan untuk mencari kapal yang lebih baik, untuk bertahan hidup pun kita akan setengah mati. Atau, katakanlah kita memang keluar dari kapal dengan sekoci kita, untuk mencari kapal yang lebih baik pun tentunya akan susah. Seperti yang saya katakan sebelumnya, bisa jadi kapal yang kelihatannya jauh lebih megah dalemannya lebih buruk baik secara teknis maupun dari pengelolaan kapalnya.<br />
Kembali ke postingan sampeyan, nice posting but it will be more awesome for us if you keep the title in your message spirit. Ceritakanlah tentang kapal bukan judul kapal isinya kutu anjing&#8230;. <img src='http://strategiaksi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Lanjutkan bro&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

