<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Strategi Aksi &#187; Visi</title>
	<atom:link href="http://strategiaksi.com/tag/visi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://strategiaksi.com</link>
	<description>Roup Purohim&#039;s personal site</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2012 09:37:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Segala sesuatu mungkin terjadi</title>
		<link>http://strategiaksi.com/segala-sesuatu-mungkin-terjadi?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=segala-sesuatu-mungkin-terjadi</link>
		<comments>http://strategiaksi.com/segala-sesuatu-mungkin-terjadi#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 03:29:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roup Purohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Stratejik Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Adam Khoo]]></category>
		<category><![CDATA[capability]]></category>
		<category><![CDATA[DNA]]></category>
		<category><![CDATA[Impian]]></category>
		<category><![CDATA[Powerhouse]]></category>
		<category><![CDATA[resource]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>
		<category><![CDATA[Visi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://strategiaksi.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[*Catatan: Masih seri tulisan di blog sebelumnya, kembali saya reposting. Selamat menikmati. Dalam model manajemen strategi, setelah visi (tujuan yang ingin diraih) ditetapkan, tahap selanjutnya adalah memformulasikan strategi. Strategi adalah “rencana main”, ia memberikan kerangka acuan untuk bertindak dan ia memberikan keputusan-keputusan rencana tindakan yang akan diambil. Strategi dibuat untuk menentukan cara (how to) agar [...]<p><a href="http://strategiaksi.com/segala-sesuatu-mungkin-terjadi">Segala sesuatu mungkin terjadi</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><strong>*Catatan:</strong> Masih seri tulisan di blog sebelumnya, kembali saya <em>reposting</em>.  Selamat menikmati.</p>
<p>Dalam model manajemen strategi, setelah visi (tujuan yang ingin diraih) ditetapkan,  tahap selanjutnya adalah memformulasikan strategi.  Strategi adalah “rencana main”, ia memberikan kerangka acuan untuk bertindak dan ia memberikan keputusan-keputusan rencana tindakan yang akan diambil.</p>
<p>Strategi dibuat untuk menentukan cara (<em>how to</em>)  agar visi (<em>impian</em>) bisa diraih.  Formulasi strategi dibuat dengan memetakan kondisi internal dan ekternal.  Kondisi internal terdiri dari competency (pengetahuan dan keterampilan) yang dimiliki, <em>resource</em> dan <em>capability</em>.  Kondisi eksternal meliputi industri, pasar, pesaing dan faktor ekternal lainnya.  Hasil evaluasi tersebut akan menghasilkan strategi umum (<em>grand strategy</em>) dan strategi khusus (spesifik).  Semakin spesifik visi yang ingin dicapai, akan semakin mudah pula mengembangkan strateginya.  Formulasi seperti ini lazim digunakan dalam membuat formulasi strategi korporat.  Namun kenapa juga tidak digunakan untuk membuat formulasi kesuksesan pribadi ?<br />
<span id="more-116"></span><br />
Dalam hal karir, bisnis dan kehidupan, strategi mengarahkan pergerakan menuju visi (impian) yang dicita-citakan.  Kita bisa saja memiliki semua sumberdaya penggerak dan strategi, namun tanpa strategi yang tepat, kita tidak akan pernah mendapatkan apa yang kita inginkan.</p>
<p><a href="http://www.kubik.co.id">Kubik Leadership</a> memberikan panduan dalam membuat strategi untuk mencapai visi <em>(to be</em>) pribadi.  Ada tiga pilihan alternatif strategi yang dapat digunakan.  Strategi pertama dengan menggunakan segenap kemampuan dan potensi yang kita miliki.  Kedua dengan memperbaiki cara hidup tertentu.  Atau strategi ketiga dengan menerapkan strategi pertama dan kedua secara bersamaan.</p>
<p>Tuhan Yang Maha Kuasa, menciptakan setiap individu mahluk sebagai individu yang spesial.   DNA setiap individu memiliki kekhasan.  Tiap indivu berbeda dengan individu lainnya.    Karena setiap individu berbeda, maka pasti tiap individu memiliki potensi yang berbeda-beda.  Jangan khawatir kita tidak memiliki potensi atau kemampuan untuk meraih visi yang sudah ditetapkan.  Potensi kita sangatlah besar (<em>powerhouse</em>), tak tertandingi.  Jika kita bisa menemukan dan mengolahnya.   Kuncinya adalah apakah kita sudah menemukan power house kita dan sudahkah kita bekerja sesuai dengan power house yang  kita miliki ?</p>
<p>Sangat sedikit orang yang mendapatkan kesuksesan secara kebetulan.  Entah itu memenangkan perlombaan, meraih sebuah posisi atau keberhasilan bisnis.  Hampir semua hasil sebuah rancangan.  Sayangnya, hanya sedikit orang yang memiliki rancangan hidup.  Akhirnya jatuh dalam rancangan hidup orang lain.  Jika kita mengetahui persis secara spesifik apa yang inginkan, maka kita dapat memusatkan seluruh talenta dan energi yang kita miliki.  Seperti halnya sinar laser, walaupun sama dengan sinar lainnya akan tetapi sinar laser dapat memotong logam yang sangat keras.</p>
<p>Adam Khoo, mengatakan <em>“rancanglah hidup anda, mulailah dengan membuat tujuan spesifik apa yang diinginkan, buatlah strateginya, segala sesuatu tinggal mungkin terjadi”</em>.</p>
<p>Salam Aksi,<br />
Roup Purohim</p>
<p><a href="http://strategiaksi.com/segala-sesuatu-mungkin-terjadi">Segala sesuatu mungkin terjadi</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://strategiaksi.com/segala-sesuatu-mungkin-terjadi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Visi: Kemana kapal mau dilabuhkan</title>
		<link>http://strategiaksi.com/visi-kemana-kapal-mau-dilabuhkan?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=visi-kemana-kapal-mau-dilabuhkan</link>
		<comments>http://strategiaksi.com/visi-kemana-kapal-mau-dilabuhkan#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 03:14:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roup Purohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Bryan Tracy]]></category>
		<category><![CDATA[Kubik Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi Aksi]]></category>
		<category><![CDATA[Visi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://strategiaksi.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[*Catatan: Masih seri tulisan di blog sebelumnya, kembali saya reposting. Selamat menikmati. Apabila saat ini posisi kita sebagai karyawan, label apa yang akan kita lekatkan pada perusahaan tempat kita bekerja. Apakah perusahaan tersebut kita anggap sebagai segala-galanya tempat kita mengantungkan hidup kita. Atau sebagai kendaraan untuk menggapai masa depan dan kehidupan kita? Pilihannya terserah kita. [...]<p><a href="http://strategiaksi.com/visi-kemana-kapal-mau-dilabuhkan">Visi: Kemana kapal mau dilabuhkan</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><strong>*Catatan:</strong> Masih seri tulisan di blog sebelumnya, kembali saya<em> reposting</em>.  Selamat menikmati.</p>
<p>Apabila saat ini posisi kita sebagai karyawan, label apa yang akan kita lekatkan pada perusahaan tempat kita bekerja.  Apakah perusahaan tersebut kita anggap sebagai segala-galanya tempat kita mengantungkan hidup kita.   Atau sebagai kendaraan untuk menggapai masa depan dan kehidupan kita?  Pilihannya terserah kita.</p>
<p>Ada kisah mengenai kutu yang di hidup di bulu seekor anjing.  Suatu ketika ada anak kutu yang berkata kepada ibunya.  <em>“Bu, seperti apakah anjing tersebut?”</em>.  Dengan penuh sayang ibu kutu berkata pada anaknya, <em>“lho, kita kan hidup dan tinggal dibulu-bulunya.  Apakah kamu tidak tahu nak?”</em>.   Mendengar jawaban tesebut dari ibunya, anak kutu masih belum puas.  <em>“Iya bu, saya tahu.  Kita tinggal diatasnya dan setiap hari bersama anjing.  Tetapi saya belum mengetahui bentuk anjing itu seperi apa”</em>.</p>
<p>Karena anak kutu terus menerus bertanya, lama-lama ibunya kesal juga.  Akhirnya untuk memenuhi keingintahuan anaknya, ditendangnya lah anak kutu, sehingga terlempar ke luar jauh dari tempatnya.  Tepatnya terlempar ke lantai dan ke luar dari anjing bulu-bulu anjing.  Setelah terlempar keluar, maka anak kutu dengan leluasa melihat kondisi anjing, dimana rumahnya berada di atasanya.  Sungguh kaget dan bergembira melihat pemandangan yang selama ini menjadi bahan pertanyaannya.  Kaget karena telihatlah anjing tua tempat tinggalnya selama ini adalah anjing yang buruk dan sedang sekarat.  Bergembira karena dia mengetahui masa depan kehidupannya.  Kemudaian anak kutu tersebut bergumam, “untunglah saya terlempar keluar, sehingga tidak ikut mati bersama anjing tersebut”.<br />
<span id="more-112"></span><br />
Jangan sampai kehidupan karir kita di perusahaan kita bekerja saat ini kondisinya sama dengan anjing tua yang buruk dan sedang sekarat.  Karena kita &#8220;kuper&#8221;, atau dengan alasan karena kita loyal kepada perusahaan, karena kita karyawan senior, karena kita senang dengan atmosfer kantor, karena kantor dekat dengan tempat tinggal kita, karena bos kita sangat baik, karena mau kemana lagi saya mencari kerja, dll.  Karena alasan-alasan tersebut kita merasa nyaman atau menyamankan diri untuk hidup bersama dengan perusahaan tempat kita bekerja sekarang.  Dengan segala alasan-alasan tersebut kita memutuskan untuk terus memilih hidup bersama dengan perusahaan sekarang, bagaimanapun kondisinya perusahaan tersebut.     Sungguh berbahaya, jangan-jangan kita memilih tempat hidup yang sudah mulai mengalami kehancuran.</p>
<p>Mulai sekarang, risetlah tempat kita bekerja.   Bagaimana kondisinya, bagaimana kehidupannya.  Apakah masih layak kita hidup bersamanya ?  Ambil strategi apa bila masih layak dan bagaimana jika tidak layak.  Namun yang terpenting adalah bukan seberapa baik atau buruk kondisi sekarang kita bekerja, tetapi seberapa cepat perusahaan tempat kita bekerja menjadi jembatan penghubung terhadap impian atau visi hidup kita.</p>
<p>Brian Tracy mengatakan <strong><em>“tak peduli dari mana kita berasal, tetapi pedulilah kemana kita akan menuju”</em></strong>.    Brian Tracy mengajarkan pedulilah pada kemana kita akan menuju.  Kemana akan kita menuju berarti apa yang ingin kita raih atau miliki atau menjadi apa dalam hidup kita.  Inilah yang disebut dengan visi atau impian atau “to be” (dalam istilah <a href="http://kubik.co.id">kubik leadership</a>).  Sudahkah kita perduli dengan masa depan kita kita dengan memiliki “<em>to be</em>” yang jelas ?</p>
<p>Salam Aksi,<br />
Roup Purohim<!--more--></p>
<p><a href="http://strategiaksi.com/visi-kemana-kapal-mau-dilabuhkan">Visi: Kemana kapal mau dilabuhkan</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://strategiaksi.com/visi-kemana-kapal-mau-dilabuhkan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

