<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Strategi Aksi &#187; strategi</title>
	<atom:link href="http://strategiaksi.com/tag/strategi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://strategiaksi.com</link>
	<description>Roup Purohim&#039;s personal site</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2012 09:37:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>“Kembali ke ……!”</title>
		<link>http://strategiaksi.com/%e2%80%9ckembali-ke-%e2%80%a6%e2%80%a6%e2%80%9d?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=%25e2%2580%259ckembali-ke-%25e2%2580%25a6%25e2%2580%25a6%25e2%2580%259d</link>
		<comments>http://strategiaksi.com/%e2%80%9ckembali-ke-%e2%80%a6%e2%80%a6%e2%80%9d#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2011 03:11:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roup Purohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Agrokimia]]></category>
		<category><![CDATA[roadmap]]></category>
		<category><![CDATA[rumah perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>
		<category><![CDATA[training dan consulting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://strategiaksi.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Ingat sebuah acara di salah satu stasiun TV swasta, dengan hostnya Mr. Tukul Arwana? Ya, tepat sekali … Nama acaranya Bukan Empat Mata, sebelumnya namanya adalah Empat Mata.  Saya ingin nyinggung salah satu kata yang popular di acara tersebut adalah “Kembali ke Laptop”.  Kata tersebut, diucapkan oleh Tukul ketika dia kembali fokus pada idea atau [...]<p><a href="http://strategiaksi.com/%e2%80%9ckembali-ke-%e2%80%a6%e2%80%a6%e2%80%9d">“Kembali ke ……!”</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Ingat sebuah acara di salah satu stasiun TV swasta, dengan hostnya Mr. Tukul Arwana? Ya, tepat sekali … Nama acaranya Bukan Empat Mata, sebelumnya namanya adalah Empat Mata.  Saya ingin nyinggung salah satu kata yang popular di acara tersebut adalah “Kembali ke Laptop”.  Kata tersebut, diucapkan oleh Tukul ketika dia kembali fokus pada idea atau pertanyaan pokok yang akan ditanyakan pada tamu-tamunya.</p>
<p>Ada apa dengan kata “kembali ke ……!&#8221; dengan saya?”</p>
<p>Ya, hari ini tepatnya, 5 September 2011, saya kembali ke jalur semula dengan bekerja di industri agrikimia setelah kurang lebih 2 tahun mampir di industri <em>training</em> dan <em>consulting</em>.  Seperti dalam tulisan saya sebelumnya, saya bekerja di Rumah Perubahan, di devisi <em>Change Management Consulting</em> (CMC), yang banyak menangani training dan konsutansi dengan pendekatan “<em>change management</em>” dan “<em>strategic management</em>”.  Selama 2 tahun menjadi salah satu konsultan bisnis dan manajemen di CMC, telah membawa banyak perubahan ”<em>mindset”</em>, “<em>knowledge</em>”, <em>“skill</em>”, <em>“capability</em>” dan “<em>network</em>” yang pastinya akan sangat bermanfaat jika saya aplikasikan kembali ke dunia praktis di industri dimana saya bekerja sekarang.</p>
<p>Saya dibesarkan berkarir sejak awal di industri agrokimia ini, bermula dari perusahaan MNC Australia dari mulai <em>Market Development Executive</em> sampai dengan <em>Market Develompment Manager</em>, kemudian bergabung dengan <em>National Company</em> yang sekarang saya masuki kembali.</p>
<p>Apapun perusahaan dan jalur karir yang dipilih, penting untuk menentukan tujuan akhir mana yang akan kita tuju, walaupun dengan jalan yang tidak mesti “straight to the point”.  Seperti yang saya jalani sekarang ini.  Berpindah perusahaan, berpindah industri, berpindah karir, namun insyaalloh ini masih “<em>on the track</em>” dengan tujuan akhir yang mau saya tuju.  Karena <em>“I love everything in my live”</em>.</p>
<p>Itulah pentingnya “<em>roadmap</em>” atau peta jalan dalam karir dan kehidupan.  Ini juga yang dinamakan strategi.  Yakni dengan sumber daya dan kapabilitas yang terbataspun, fokus tetap pada tujuan akhir.</p>
<p>Bismillah…</p>
<p><a href="http://strategiaksi.com/%e2%80%9ckembali-ke-%e2%80%a6%e2%80%a6%e2%80%9d">“Kembali ke ……!”</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://strategiaksi.com/%e2%80%9ckembali-ke-%e2%80%a6%e2%80%a6%e2%80%9d/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Segala sesuatu mungkin terjadi</title>
		<link>http://strategiaksi.com/segala-sesuatu-mungkin-terjadi?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=segala-sesuatu-mungkin-terjadi</link>
		<comments>http://strategiaksi.com/segala-sesuatu-mungkin-terjadi#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 03:29:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roup Purohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Stratejik Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Adam Khoo]]></category>
		<category><![CDATA[capability]]></category>
		<category><![CDATA[DNA]]></category>
		<category><![CDATA[Impian]]></category>
		<category><![CDATA[Powerhouse]]></category>
		<category><![CDATA[resource]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>
		<category><![CDATA[Visi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://strategiaksi.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[*Catatan: Masih seri tulisan di blog sebelumnya, kembali saya reposting. Selamat menikmati. Dalam model manajemen strategi, setelah visi (tujuan yang ingin diraih) ditetapkan, tahap selanjutnya adalah memformulasikan strategi. Strategi adalah “rencana main”, ia memberikan kerangka acuan untuk bertindak dan ia memberikan keputusan-keputusan rencana tindakan yang akan diambil. Strategi dibuat untuk menentukan cara (how to) agar [...]<p><a href="http://strategiaksi.com/segala-sesuatu-mungkin-terjadi">Segala sesuatu mungkin terjadi</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><strong>*Catatan:</strong> Masih seri tulisan di blog sebelumnya, kembali saya <em>reposting</em>.  Selamat menikmati.</p>
<p>Dalam model manajemen strategi, setelah visi (tujuan yang ingin diraih) ditetapkan,  tahap selanjutnya adalah memformulasikan strategi.  Strategi adalah “rencana main”, ia memberikan kerangka acuan untuk bertindak dan ia memberikan keputusan-keputusan rencana tindakan yang akan diambil.</p>
<p>Strategi dibuat untuk menentukan cara (<em>how to</em>)  agar visi (<em>impian</em>) bisa diraih.  Formulasi strategi dibuat dengan memetakan kondisi internal dan ekternal.  Kondisi internal terdiri dari competency (pengetahuan dan keterampilan) yang dimiliki, <em>resource</em> dan <em>capability</em>.  Kondisi eksternal meliputi industri, pasar, pesaing dan faktor ekternal lainnya.  Hasil evaluasi tersebut akan menghasilkan strategi umum (<em>grand strategy</em>) dan strategi khusus (spesifik).  Semakin spesifik visi yang ingin dicapai, akan semakin mudah pula mengembangkan strateginya.  Formulasi seperti ini lazim digunakan dalam membuat formulasi strategi korporat.  Namun kenapa juga tidak digunakan untuk membuat formulasi kesuksesan pribadi ?<br />
<span id="more-116"></span><br />
Dalam hal karir, bisnis dan kehidupan, strategi mengarahkan pergerakan menuju visi (impian) yang dicita-citakan.  Kita bisa saja memiliki semua sumberdaya penggerak dan strategi, namun tanpa strategi yang tepat, kita tidak akan pernah mendapatkan apa yang kita inginkan.</p>
<p><a href="http://www.kubik.co.id">Kubik Leadership</a> memberikan panduan dalam membuat strategi untuk mencapai visi <em>(to be</em>) pribadi.  Ada tiga pilihan alternatif strategi yang dapat digunakan.  Strategi pertama dengan menggunakan segenap kemampuan dan potensi yang kita miliki.  Kedua dengan memperbaiki cara hidup tertentu.  Atau strategi ketiga dengan menerapkan strategi pertama dan kedua secara bersamaan.</p>
<p>Tuhan Yang Maha Kuasa, menciptakan setiap individu mahluk sebagai individu yang spesial.   DNA setiap individu memiliki kekhasan.  Tiap indivu berbeda dengan individu lainnya.    Karena setiap individu berbeda, maka pasti tiap individu memiliki potensi yang berbeda-beda.  Jangan khawatir kita tidak memiliki potensi atau kemampuan untuk meraih visi yang sudah ditetapkan.  Potensi kita sangatlah besar (<em>powerhouse</em>), tak tertandingi.  Jika kita bisa menemukan dan mengolahnya.   Kuncinya adalah apakah kita sudah menemukan power house kita dan sudahkah kita bekerja sesuai dengan power house yang  kita miliki ?</p>
<p>Sangat sedikit orang yang mendapatkan kesuksesan secara kebetulan.  Entah itu memenangkan perlombaan, meraih sebuah posisi atau keberhasilan bisnis.  Hampir semua hasil sebuah rancangan.  Sayangnya, hanya sedikit orang yang memiliki rancangan hidup.  Akhirnya jatuh dalam rancangan hidup orang lain.  Jika kita mengetahui persis secara spesifik apa yang inginkan, maka kita dapat memusatkan seluruh talenta dan energi yang kita miliki.  Seperti halnya sinar laser, walaupun sama dengan sinar lainnya akan tetapi sinar laser dapat memotong logam yang sangat keras.</p>
<p>Adam Khoo, mengatakan <em>“rancanglah hidup anda, mulailah dengan membuat tujuan spesifik apa yang diinginkan, buatlah strateginya, segala sesuatu tinggal mungkin terjadi”</em>.</p>
<p>Salam Aksi,<br />
Roup Purohim</p>
<p><a href="http://strategiaksi.com/segala-sesuatu-mungkin-terjadi">Segala sesuatu mungkin terjadi</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://strategiaksi.com/segala-sesuatu-mungkin-terjadi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Visi: Kemana kapal mau dilabuhkan</title>
		<link>http://strategiaksi.com/visi-kemana-kapal-mau-dilabuhkan?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=visi-kemana-kapal-mau-dilabuhkan</link>
		<comments>http://strategiaksi.com/visi-kemana-kapal-mau-dilabuhkan#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 03:14:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roup Purohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Bryan Tracy]]></category>
		<category><![CDATA[Kubik Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi Aksi]]></category>
		<category><![CDATA[Visi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://strategiaksi.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[*Catatan: Masih seri tulisan di blog sebelumnya, kembali saya reposting. Selamat menikmati. Apabila saat ini posisi kita sebagai karyawan, label apa yang akan kita lekatkan pada perusahaan tempat kita bekerja. Apakah perusahaan tersebut kita anggap sebagai segala-galanya tempat kita mengantungkan hidup kita. Atau sebagai kendaraan untuk menggapai masa depan dan kehidupan kita? Pilihannya terserah kita. [...]<p><a href="http://strategiaksi.com/visi-kemana-kapal-mau-dilabuhkan">Visi: Kemana kapal mau dilabuhkan</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><strong>*Catatan:</strong> Masih seri tulisan di blog sebelumnya, kembali saya<em> reposting</em>.  Selamat menikmati.</p>
<p>Apabila saat ini posisi kita sebagai karyawan, label apa yang akan kita lekatkan pada perusahaan tempat kita bekerja.  Apakah perusahaan tersebut kita anggap sebagai segala-galanya tempat kita mengantungkan hidup kita.   Atau sebagai kendaraan untuk menggapai masa depan dan kehidupan kita?  Pilihannya terserah kita.</p>
<p>Ada kisah mengenai kutu yang di hidup di bulu seekor anjing.  Suatu ketika ada anak kutu yang berkata kepada ibunya.  <em>“Bu, seperti apakah anjing tersebut?”</em>.  Dengan penuh sayang ibu kutu berkata pada anaknya, <em>“lho, kita kan hidup dan tinggal dibulu-bulunya.  Apakah kamu tidak tahu nak?”</em>.   Mendengar jawaban tesebut dari ibunya, anak kutu masih belum puas.  <em>“Iya bu, saya tahu.  Kita tinggal diatasnya dan setiap hari bersama anjing.  Tetapi saya belum mengetahui bentuk anjing itu seperi apa”</em>.</p>
<p>Karena anak kutu terus menerus bertanya, lama-lama ibunya kesal juga.  Akhirnya untuk memenuhi keingintahuan anaknya, ditendangnya lah anak kutu, sehingga terlempar ke luar jauh dari tempatnya.  Tepatnya terlempar ke lantai dan ke luar dari anjing bulu-bulu anjing.  Setelah terlempar keluar, maka anak kutu dengan leluasa melihat kondisi anjing, dimana rumahnya berada di atasanya.  Sungguh kaget dan bergembira melihat pemandangan yang selama ini menjadi bahan pertanyaannya.  Kaget karena telihatlah anjing tua tempat tinggalnya selama ini adalah anjing yang buruk dan sedang sekarat.  Bergembira karena dia mengetahui masa depan kehidupannya.  Kemudaian anak kutu tersebut bergumam, “untunglah saya terlempar keluar, sehingga tidak ikut mati bersama anjing tersebut”.<br />
<span id="more-112"></span><br />
Jangan sampai kehidupan karir kita di perusahaan kita bekerja saat ini kondisinya sama dengan anjing tua yang buruk dan sedang sekarat.  Karena kita &#8220;kuper&#8221;, atau dengan alasan karena kita loyal kepada perusahaan, karena kita karyawan senior, karena kita senang dengan atmosfer kantor, karena kantor dekat dengan tempat tinggal kita, karena bos kita sangat baik, karena mau kemana lagi saya mencari kerja, dll.  Karena alasan-alasan tersebut kita merasa nyaman atau menyamankan diri untuk hidup bersama dengan perusahaan tempat kita bekerja sekarang.  Dengan segala alasan-alasan tersebut kita memutuskan untuk terus memilih hidup bersama dengan perusahaan sekarang, bagaimanapun kondisinya perusahaan tersebut.     Sungguh berbahaya, jangan-jangan kita memilih tempat hidup yang sudah mulai mengalami kehancuran.</p>
<p>Mulai sekarang, risetlah tempat kita bekerja.   Bagaimana kondisinya, bagaimana kehidupannya.  Apakah masih layak kita hidup bersamanya ?  Ambil strategi apa bila masih layak dan bagaimana jika tidak layak.  Namun yang terpenting adalah bukan seberapa baik atau buruk kondisi sekarang kita bekerja, tetapi seberapa cepat perusahaan tempat kita bekerja menjadi jembatan penghubung terhadap impian atau visi hidup kita.</p>
<p>Brian Tracy mengatakan <strong><em>“tak peduli dari mana kita berasal, tetapi pedulilah kemana kita akan menuju”</em></strong>.    Brian Tracy mengajarkan pedulilah pada kemana kita akan menuju.  Kemana akan kita menuju berarti apa yang ingin kita raih atau miliki atau menjadi apa dalam hidup kita.  Inilah yang disebut dengan visi atau impian atau “to be” (dalam istilah <a href="http://kubik.co.id">kubik leadership</a>).  Sudahkah kita perduli dengan masa depan kita kita dengan memiliki “<em>to be</em>” yang jelas ?</p>
<p>Salam Aksi,<br />
Roup Purohim<!--more--></p>
<p><a href="http://strategiaksi.com/visi-kemana-kapal-mau-dilabuhkan">Visi: Kemana kapal mau dilabuhkan</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://strategiaksi.com/visi-kemana-kapal-mau-dilabuhkan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perbedaan itu Kekuatan</title>
		<link>http://strategiaksi.com/perbedaan-itu-kekuatan?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=perbedaan-itu-kekuatan</link>
		<comments>http://strategiaksi.com/perbedaan-itu-kekuatan#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Apr 2011 15:09:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roup Purohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Differensiasi]]></category>
		<category><![CDATA[i2move]]></category>
		<category><![CDATA[Jamil Azzaini]]></category>
		<category><![CDATA[Kekuatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kubik]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://strategiaksi.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[*Catatan: Tulisan ini sempat saya muat di blog ini, namun tidak terupdate.  Untunglah i2Move (indonesia inspiring movement), masih memuatnya.  Sebagai alumni TFT#1  Mas Jamil Azzaini, seorang inspirator SuksesMulia dari Kubik Training, tulisan saya mendapat kehormatan untuk dimuat di jaringan i2move network.  Terimakasih pada i2move.  Selamat membaca. Difference is power. Itulah makna dari diferensiasi yang diajarkan [...]<p><a href="http://strategiaksi.com/perbedaan-itu-kekuatan">Perbedaan itu Kekuatan</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>*<strong>Catatan:</strong> Tulisan ini sempat saya muat di blog ini, namun tidak terupdate.  Untunglah <a href="http://www.i2movenetwork.com/">i2Move</a> (indonesia inspiring movement), masih memuatnya.  Sebagai alumni TFT#1  Mas <a href="http://www.jamilazzaini.com/">Jamil Azzaini</a>, seorang inspirator SuksesMulia dari <a href="http://www.kubik.co.id/">Kubik Training</a>, tulisan saya mendapat kehormatan untuk dimuat di jaringan <a href="http://http://www.i2movenetwork.com/articles/hikmah/193-perbedaan-itu-kekuatan.html">i2move network</a>.  Terimakasih pada <a href="http://www.i2movenetwork.com/">i2move</a>.  Selamat membaca.</p>
<p><em>Difference is power</em>. Itulah makna dari diferensiasi yang diajarkan dalam ilmu marketing. Diferensiasi adalah bagian dari &#8220;strategi&#8221; pemasaran selain <em>segmentatation</em> dan <em>targeting</em>.</p>
<p>Ilmu marketing mengajarkan menjadi berbeda &#8220;dibanding pesaing&#8221; adalah suatu strategi untuk memenangkan persaingan. &#8220;Berbeda&#8221; diperlukan untuk menjadi unggul (<em>excellent) </em>dibandingkan dengan kompetitor.</p>
<p><em>No difference, no excellent !</em></p>
<p>Berbeda (diferensiasi) juga menjadi salah satu pilihan dari strategi generik Philip Kotler. Dalam strategi generiknya, Kotler menyajikan pilihan strategi untuk untuk memenangkanpersaingan, yaitu menjadi beda (strategi pertama), memilih strategi berbiaya murah (strategi kedua) atau memilih fokus (strategi ketiga). Dalam hal ini ketiga strategi tersebut dapat diterapkan dalam kita bekerja. (&#8230; yang satu ini akan saya ulas lebih dalam berikutnya).</p>
<p>Namun berbeda saja tidak cukup. Berbeda yang tidak asal-asalan, apalagi &#8220;asbed&#8221; (asal beda, he2x&#8230;. akronimnya bener ga ya &#8230; dimirip2x-in dengan asbun).  Alih-alih menginginkan unggul malah mendatangkan bumerang dan menjadi petaka yang merugikan. Perbedaan yang asbed tidak ada manfaatnya. Jadinya &#8220;nyeleneh&#8221; dan dianggap gila sama orang lain. <em>Weit </em>&#8230;. tapi kata pepatah <em>only the paranoid survive !!</em>. Jadi gimana dong ?<br />
<span id="more-92"></span><br />
<strong>Berbeda bukan tujuan</strong></p>
<p>Artinya menjadi berbeda itu bukan tujuan yang harus/ingin dicapai. Jika menginginkan unggul, sempurna, berkualitas dan memenangkan persaingan haruslah berbeda. Namun berbeda hanyalah alat untuk mencapai keunggulan. Hanya sebagai alat untuk transformasi. Berbeda hanyalah salah satu strategi. Perbedaan hanyalah jembatan untuk menuju tujuan diseberang sana.</p>
<p>Perbedaan juga merupakan jalan untuk berubah. Perbedaan akan membuat seseorang eksis, ada dan bahkan justru berkembang. Perbedaan juga menjadi stimulus bagi siapa saja yang ingin eksis, diakui, hidup dan berkembang. Pun kita sebagai karyawan, entrepreneur, bisnis, trainer, dokter, dan siapapun harus berbeda dengan yang sudah ada. Berbeda dengan rekan kita.</p>
<p>Perbedaan juga menciptakan sejarah. Orde baru berbeda dengan orde lama. Orde reformasi berbeda dengan orde baru. Penemuan, sejarah, rekor, award ada akibat dari adanya perbedaan. Siapapun yang ingin dikenang dalam sejarah, mendapat award dan rekor buatlah perbedaan.</p>
<p>Perbedaan sebenarnya sudah menjadi fitrah (hukum alam, &#8220;sunatulloh&#8221;), kenapa demikian ? Karena semua mahluk yang ada di dunia ini sudah berbeda. Tidak ada yang sama, persis, bahkan yang kembar siam sekalipun. Mirip mungkin iya. Faktanya setiap orang dilahirkan berbeda, namun faktanya juga tidak setiap orang melahirkan keunggulan, tidak melahirkan sejarah, tidak melahirkan award baik bagi dirinya maupun bagi organisasinya (lingkungannya).</p>
<p>Perbedaan hanyalah modal awal atau modal dasar.</p>
<p>Perbedaan belum menjadi sumber keunggulan bersaing. Namun jika modal awal saja tidak disadari, maka selanjutnya mana mungkin menjadari keunggulannya. Paling tidak mulai sekarang &#8230; sadarilah bahwa kita mempunyai modal dasar yang luar biasa, yang dapat kita gunakan untuk bersaing. Jangan cemaskan persaingan, karena persaingan hanya terjadi ketika ada persamaan. Begitu merasa kita sudah sama dengan orang lain (kompetitor), rubahlah haluan untuk menjadi berbeda.</p>
<p>(bersambung)</p>
<p>Salam Aksi,</p>
<p>Roup Purohim<br />
(Peserta TFT #1 I2move, Jogjakarta)</p>
<p><a href="http://strategiaksi.com/perbedaan-itu-kekuatan">Perbedaan itu Kekuatan</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://strategiaksi.com/perbedaan-itu-kekuatan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Strategi dan Stratejik Manajemen</title>
		<link>http://strategiaksi.com/strategi-dan-stratejik-manajemen?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=strategi-dan-stratejik-manajemen</link>
		<comments>http://strategiaksi.com/strategi-dan-stratejik-manajemen#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Apr 2011 01:35:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roup Purohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[Stratejik Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[kapabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[kompetensi inti]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>
		<category><![CDATA[stratejik manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://strategiaksi.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Saya mempunyai enam pelayan setia. Mereka mengajarkan segala hal yang saya ketahui. Nama mereke adalah Apa, Mengapa, Kapan, Bagaimana, Dimana, dan Siapa ~ Rudyard Kipling Bila orang tidak memikirkan apa yang ada didepan, dia akan mendapatkan bahwa kesedihan ada di dekatnya. Orang yang tidak kuwatir mengenai apa yang berada di kejauhan segera akan menjumpai sesuatu [...]<p><a href="http://strategiaksi.com/strategi-dan-stratejik-manajemen">Strategi dan Stratejik Manajemen</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><em> </em></p>
<p style="text-align: right;"><em>Saya mempunyai enam pelayan setia. Mereka mengajarkan segala hal yang saya ketahui.  Nama mereke adalah Apa, Mengapa, Kapan, Bagaimana, Dimana, dan Siapa ~ <em>Rudyard Kipling</em></em></p>
<p style="text-align: right;"><em>Bila orang tidak memikirkan apa yang ada didepan, dia akan mendapatkan bahwa kesedihan ada di dekatnya.  Orang yang tidak kuwatir mengenai apa yang berada di kejauhan segera akan menjumpai sesuatu yang lebih buruk ketimbang kekuatiran itu sendiri ~ <em>Konfusius</em></em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Dikisahkan suatu ketika ada dua orang direktur perusahaan yang bersaing dalam industri yang sama.  Kedua direktur ini memutuskan untuk berkemah untuk mendiskusikan kemungkinan merjer.  Mereka berjalan jauh masuk ke dalam hutan.  Tiba-tiba mereka berhadapan dengan seekor beruang grizzly yang berdiri dengan kaki belakangnya dan menggeram.  Segera, direktur pertama menurunkan ranselnya dan mengeluarkan sepatu untuk lari.  Direktur ke dua berkata, “Hai, beruang itu pasti dapat berlari lebih cepat dari pada kamu.”  Direktur pertama menjawab, “Mungkin aku tidak dapat berlari lebih cepat ketimbang beruang itu, tetapi aku pasti lebih cepat ketimbang kamu!”<br />
<span id="more-62"></span><br />
Cerita di atas menggambarkan pentingnya manajemen stratejik.  Manajemen stratejik didefinisikan sebagai seni dan pengetahuan untuk merumuskan (<em>formulation</em>), mengimplementasikan (<em>implementation</em>), dan mengevaluasi keputusan (<em>evaluation</em>)  lintas fungsional yang membuat organisasi mampu mencapai objektifitas (<em>goal</em>)-nya.  Pengertian strategi itu sendiri adalah menentukan bagaimana organisasi akan menggunakan sumberdaya-sumberdaya (<em>resources</em>) yang terbatas untuk mencapai keunggulan daya saing berkelanjutan (<em>sustainable competitive advantage</em>).   Sedangkan (Coulter, 2002) mendefinisikan strategi sebagai keputusan dan aksi yang ditujukan untuk mencapai tujuan (<em>goal</em>) dan menyesuaikan resource organisasi dengan peluang &amp; tantangan yang dihadapi dalam lingkungan industrinya.</p>
<p>Kembali ke cerita di atas, direktur pertama dengan sumberdaya yang sama dengan direktur ke kedua, walau dalam kerbatasan kemampuan untuk melarikan diri, tetapi mampu menggunakannya secara stratejik dengan menggambil aksi (<em>action</em>) dengan segera berlari untuk menghindarkan dari kecelakaan dan mencapai keunggulan bersaing.</p>
<p>Organisasi atau institusi pada dasarnya memiliki sumberdaya yang mirip-mirip, demikian juga dengan kita (insan, <em>personal</em>) memiliki sumberdaya yang tidak jauh berbeda.  Hanya insan yang mampu mengutilisasi kapabilitasnya dengan mengelola sumberdayanya yang dimiliki hingga kompetensi inti agar menjadi keunggulan bersaing dan mampu memiliki kinerja di atas rata-rata di antara pesaingnya.</p>
<p>Strategi dicirikan dengan adannya <em>goal-direct actions</em>, yaitu  aktivitas yang menunjukkan apa yang diinginkan organisasi dan bagaimana mengimplementasikannya, dan mempertimbangkan semua kekuatan internal (sumber daya dan kapabiliatas) serta memperhatikan peluang dan tantangan. Poin penting dari strategi adalah (1) Strategi berupaya menjadi jembatan penghubung antara kondisi organisasi saat ini &amp; kondisi yang diinginkan di masa depan;  (2) Esensi strategi adalah lojik/rasional, bertujuan memenangkan persaingan guna mendapatkan keuntungan-keuntungan; (3) Strategi pada setiap level organisasi harus harmonis &amp; terintegrasi, dan (4) Kinerja superior yang lestari &amp; keunggulan daya saing adalah tolak ukur sesungguhnya dari keberhasilan penerapan strategi.</p>
<p>Apa itu kapabilitas dan kompetensi inti yang menjadi fokus pengembangan akan saya share dalam postingan selanjutnya.</p>
<p>Salam Aksi!</p>
<p>Roup</p>
<p><a href="http://strategiaksi.com/strategi-dan-stratejik-manajemen">Strategi dan Stratejik Manajemen</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://strategiaksi.com/strategi-dan-stratejik-manajemen/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

