<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Strategi Aksi &#187; Perubahan</title>
	<atom:link href="http://strategiaksi.com/tag/perubahan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://strategiaksi.com</link>
	<description>Roup Purohim&#039;s personal site</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2012 09:37:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Bersikap ke Masa Depan</title>
		<link>http://strategiaksi.com/bersikap-ke-masa-depan?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bersikap-ke-masa-depan</link>
		<comments>http://strategiaksi.com/bersikap-ke-masa-depan#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 09:04:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roup Purohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Change Management]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan]]></category>
		<category><![CDATA[Persaingan]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pestisida]]></category>
		<category><![CDATA[Porter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://strategiaksi.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Tak dapat elakan lagi, situasi persaingan saat ini amat sangat dinamis.  Tak terkecuali bisnis di industri pestisida.  Persaingan yang terjadi sampai jauh pada tingkat produk dan eksekusi marketing komunikasinya di lapangan.  Analisa sederhananya mungkin kira-kira begini. Dengan menggunakan model kekuatan persaingan dari Poter (1985), persaingan di industri pestisida bisa dilihat dari 5 sisi kekuatan, yakni [...]<p><a href="http://strategiaksi.com/bersikap-ke-masa-depan">Bersikap ke Masa Depan</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p style="text-align: left;"><a href="http://strategiaksi.com/wp-content/uploads/2011/10/menatap-masa-depan.jpg"><img class="size-medium wp-image-206 alignleft" title="menatap-masa-depan" src="http://strategiaksi.com/wp-content/uploads/2011/10/menatap-masa-depan-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a>Tak dapat elakan lagi, situasi persaingan saat ini amat sangat dinamis.  Tak terkecuali bisnis di industri pestisida.  Persaingan yang terjadi sampai jauh pada tingkat produk dan eksekusi marketing komunikasinya di lapangan.  Analisa sederhananya mungkin kira-kira begini.<br />
Dengan menggunakan model kekuatan persaingan dari Poter (1985), persaingan di industri pestisida bisa dilihat dari 5 sisi kekuatan, yakni kekuatan persaingan dalam industrinya, ancaman bagi pendatang baru, ancaman barang substitusi, daya tawar pembeli, dan daya tawar penjual.</p>
<p>Walaupun ancaman pendatang baru dalam hal ini hadirnya perusahaan baru dan molekul baru (<em>new product and new category</em>) hampir kecil, namun ancaman barang substitusi semakin meningkat.  Faktor hadirnya kekuatan perusahaan-perusahaan nasional menjadikan kekuatan daya tawar pembeli petani dan penjual (kios) meningkat.  Bagi petani, jelas mereka menginginkan produk dengan harga murah (tetapi juga efektif), dan kios menginginkan marjin penjualan yang bagus.  Kondisi seperti itu biasanya diperoleh dari produk-produk baru yang keluarkan oleh perusahaan.  Walaupun “mungkin” sebenarnya produk baru tersebut berasal dari kategori produk yang sudah lama dipasaran. <span id="more-204"></span></p>
<p>Menghadapi persaingan tersebut, secara industri sebenarnya perusahaan nasional memiliki modal untuk bersaing dengan perusahaan multi nasional.  Terutama dalam <em>pricing strategy</em> dengan memetakan level harga  2 sampai 3 level di bawah harga produk perusahaan multi nasional.  Produk-produk pestisida perusahaan nasional umumnya memiliki harga yang relatif murah sampai kompetitif dari kategori produk yang sama, karena disitulah “salah satu” strategi bersaingnya.</p>
<p>Namun tidak semua juga perusahaan nasional menerapkan strategi seperti itu.  Beberapa perusahaan menerapkan strategi bersaing yang menenempatkan dirinya bukan sebagai <em>follower</em> atau <em>real imitator</em> , namun lebih kepada <em>transformer</em> (<em>improver</em>).  Menjadi <em>follower</em> saja, saat ini sangat-sangat tidak menguntungkan, karena secara bisnis akan merugikan karena hanya mengejar keuntungan jangka pendek saja.  Dengan memposisikan sebagai <em>transformer</em>, walaupun sebagai <em>follower</em> pada mulanya tetapi terus melakukan perbaikan-perbaikan, dan berupaya melakukan <em>breakthrough </em>(terobosan).</p>
<p>Tantangannya saat ini adalah bagaimana agar perusahaan mampu meraih target jangka pendeknya, selain terus mengembangkan <em>market share</em>-nya.  Sikap dalam menghadapi situasi yang terjadi saat ini, para manajer janganlah mengambil sikap reaktif (<em>reacting</em>) terhadap setiap tindakan pesaing, namun harus mampu membuat tindakan antisipatif (<em>anticipating</em>), atau jauh lebih baik apabila berusaha untuk mampu mengendalikan (<em>leading</em>) pada situasi yang diinginkan.  Sesungguhnya persaingan itu adanya di masa depan.  Karena itu diperlukan sikap yang konsisten, persisten, dan determinasi yang kuat untuk mengelola situasi saat ini dan melakukan perubahan.  Saya yakin masih banyak peluang yang bisa diraih untuk memenangkan persaingan.   Semangkaaaa , semangat kakakaaa !!! <img src='http://strategiaksi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  (RP)</p>
<p>*) source image : <a href="http://mobavatar.com/what-s-on-your-mind/menatap-masa-depan.html">http://mobavatar.com/what-s-on-your-mind/menatap-masa-depan.html</a></p>
<p><a href="http://strategiaksi.com/bersikap-ke-masa-depan">Bersikap ke Masa Depan</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://strategiaksi.com/bersikap-ke-masa-depan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalan mana yang kita pilih?</title>
		<link>http://strategiaksi.com/jalan-mana-yang-kita-pilih?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=jalan-mana-yang-kita-pilih</link>
		<comments>http://strategiaksi.com/jalan-mana-yang-kita-pilih#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 02:58:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roup Purohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi Aksi]]></category>
		<category><![CDATA[Value]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://strategiaksi.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[*Catatan: Berikut ini adalah artikel pada postingan di blog sebelumnya dan kembali saya reposting di blog ini. Selamat menikmati. Andaikan patung selamat datang Jakarta, yang berdiri megah, dikelilingi air mancur dan dilengkapi kerlip lampu warna-warni di kala malam dan menjadi salah satu ikon Jakarta itu sebagai diri kita. Kita berdiri disana sepanjang hari setiap tahun, [...]<p><a href="http://strategiaksi.com/jalan-mana-yang-kita-pilih">Jalan mana yang kita pilih?</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><strong>*Catatan:</strong> Berikut ini adalah artikel pada postingan di blog sebelumnya dan kembali saya <em>reposting</em> di blog ini.  Selamat menikmati.</p>
<p>Andaikan patung selamat datang Jakarta, yang berdiri megah, dikelilingi air mancur dan dilengkapi kerlip lampu warna-warni di kala malam dan menjadi salah satu ikon Jakarta itu sebagai diri kita.  Kita berdiri disana sepanjang hari setiap tahun, kerjaanya hanya berdiri mematung  dan menyaksikan apapun yang terjadi disekitar bundaran hotel Indonesia.  Tentu kita bisa melihat, mendengar dan merasakan perubahan yang amat luarbiasa di sekeliling bundaran tersebut.  Menjadi saksi setiap kejadian yang ada di sekitar bundaran Hotel Indonesia.  Menjadi saksi setiap pembangunan yang terjadi di Jakarta.  Menjadi pengamat lalu lalang mobil yang semakin hari semakin memadat.  Terkadang menjadi tempat menyalurkan aspirasi masyarakat.  Menjadi saksi pergantian rezim.</p>
<p>Sekarang Hotel Indonesia sudah berubah, Plaza Indonesia sudah berganti wajah, Jakarta sudah beganti-ganti beberapa gubernur dan sedangkan patung selamat datang dengan setia tetap berdiri mamatung menjadi penunggu tetap bundaran.  Hari berganti hari tetap berdiri, hujan atau panas tetap menantang, lingkungan sekitar terus bergerak dan berubah.  Tapi kita hanya diam, berdiri dan mamatung.  Sementara umur semakin meranjak senja, kulit semakin mengkerut, pandangan sudah mulai kabur.  Selalu ada ada perubahan disekeliling, tetapi kita hanya bisa diam berdiri mematung dan selalu tekaget-kaget begitu mendengar dan melihat perubahan disekeliling.<br />
<span id="more-109"></span><br />
Eit, siapa bilang patung Jakarta tidak berubah ?  Dia berubah, setiap tahun juga berubah.  Selalu ada saja perbaikan, penggantian lampu taman, pembersihan kolam dan perawatan lainnya.  Semakin hari semakin cantik,  semakin menyenangkan dan memperindah bundaran hotel Indonesia.  Tapi perubahan tersebut terjadi, hanya jika ada petugas yang datang dan membuatkan perbaikan atau perawatan.  Patungnya tetap berdiri mematung dan menerima apa saja yang dilakukan oleh petugas yang merawatnya.  Mau diberi hiasan lampu hijau boleh, diberi lampu sorot bisa, di hiasi air mancur yang meliuk tidak apa-apa.  Dia hanya menerima saja,  pasrah.</p>
<p>Apakah kita sama seperti patung selamat datang Jakarta?  Lingkungan dimana kita tinggal, disadari atau tidak selalu berubah.  Diri kitapun berubah, tambah hari tambah pula usia kita.  Lihatlah disekitar tempat tinggal kita, lihat kiri dan kanan perubahan selalu terjadi.  Hadirnya tetangga baru, atau bahkan pergi meninggalkan kita.  Dilingkungan kantor, berapa banyak teman kantor yang datang dan pergi silih berganti. Sementara kita, berdiri matung dan menjadi saksi perubahan disekitar kita.</p>
<p>Mungkin kita berubah, tetapi kita berubah hanya jika ada orang yang datang dan mengajak kita baru kita bergerak.  Sama dengan patung selamat datang Jakarta, kita menyerahkan perubahan kepada orang lain.  Kita menyerahkan perubahan diri kita kepada orang yang datang mengajak kita.  Jika tidak ada yang mengajak, kita hanya diam, pasif dan berharap.  Sadarkah kita mengenai hal ini ?</p>
<p>Apakah kita mau memiliki nasib yang sama seperti patung selamat datang Jakarta?  pasti tidak.  Namun sudahkah kita memiliki rencana perubahan untuk diri kita?   Sudahkan kita memiliki blueprint kehidupan dan keluarga kita ?</p>
<p>Jika kita sebagai karyawan apa sikap kita pada perusahaan kita?  Perusahaan tempat kita bekerja kita pasti berubah setiap tahunnya, paling tidak target penjualannya yang naik setiap tahun.  Namun apakah <em>value</em> kita akan naik seiring dengan naiknya target penjualan perusahaan? Otomatiskah <em>value</em> kita naik begitu naik target penjualan perusahaan kita?</p>
<p>Perusahaan pasti akan berubah.  Namun percayalah, kebanyakan perusahaan hanya memikirkan perubahan dirinya.  Jarang yang memiliki rencana perubahan bagi karyawannya.  Sebagai karyawan, tentu kita tidak memilih berubah hanya jika perusahaan berubah.  Tetapi kita memilih akan berubah (sendiri) tidak perduli perusahaan berubah atau tidak.</p>
<p>Salam Aksi,<br />
Roup Purohim</p>
<p><a href="http://strategiaksi.com/jalan-mana-yang-kita-pilih">Jalan mana yang kita pilih?</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://strategiaksi.com/jalan-mana-yang-kita-pilih/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

